TIM NASYID SMKN 5 JAKARTA

TIM NASYID SMKN 5 JAKARTA

Inilah penampilan tim NASYID SMKN 5 Jakarta yang tampil di depan Gerbang Stasion Jatinegara

yang di bimbing dan di dampingi oleh

Bapak Sakrirudin dan Ibu Erin Nurwantari

Jakarta, minggu 28 oktober 2017

IMG-20171027-WA0061 (1)

ALHAMDULILLAH untuk tahun ini SMKN 5 mendapatkan 4 tempat

ALHAMDULILLAH

untuk tahun ini SMKN 5 mendapatkan 4 tempat untuk tingkat Provinsi :

1. Technologi Automobile

2. CNC Milling

3. CNC Turning

4. CADD

Mohon doa dari seluruh warga SMKN 5 Semoga ke 4 mata lomba tersebut dapat lolos ke tingkat Nasional.

Aamiin Yaa Rabbal Alamiin

 

IMG-20171024-WA0030

IMG-20171028-WA0024

Clean up Jakarta day 2017 [ SMKN 5 JAKARTA]

clean up Jakarta day 2017 dilaksanakan di SMKN 5 Jakarata

Pada hari : Minggu 8 oktober 2017

Alhamdulillah kegiatan tersebut dilaksanakan dengan lancar

dengan adanya kegiatan clean up jakarta day 2017 secara berkelanjutan semoga Kota Jakarata semakin bersih dan SMKN 5 Jakarta juga semakin bersih, nyaman & indah, sehingga kegiatan belajar mengajar semakin kondusif.

Selain bersih slogan Enjoy Jakarata pun dapat tewujud

 

IMG-20171008-WA0018

Kegiatan clean Up Jakarta day 2017 di SMKN 5 Jakarta yang di komandani oleh bapak Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan : Drs Tedi Suryadi

IMG-20171008-WA0019

IMG-20171008-WA0016

Kelas PLN SMK NEGERI 5 JAKARTA

SMKN 5 Jakarta

Kini smkn 5 jakata pada tahun pelajaran 2017/2018 memiliki satu program baru yaitu Kelas PLN kelas khusus ini diharapkan bisa menjadikan siswa & siswinya akan didik langsung oleh PT PLN yang nantinya setelah lulus dapat di rekrut ke PT tersebut.

 

Selain kelas PLN yang diwakili oleh Program keahlian Teknik Intalasi Listrik, di smkn 5 juga memiliki kelas unggulan laennya yang sudah berjalan terlebih dahulu yaitu kelas ASTRA Internasianal, yang di wakili oleh Program keahlian Teknik Kendaraan Ringan.

inilah kegiatan – kegiatan yang di laksanakan kelas PLN SMKN 5 Jakarta bekerjasama dengan PT.PLN

IMG-20170922-WA0015 (1)

IMG-20170922-WA0016

 

SOSIALISASI GERAKAN LITERASI SEKOLAH [ SMK NEGERI 5 JAKARTA]

IMG-20171009-WA0031

sosialisasi Gerakan literasi Sekolah ( smkn 5 Jakarta ) yang di sampaika Ibu Ismaninggar

IMG-20171009-WA0036

Penjelasan Singkat tentang Gerakan Literasi Sekolah

sangat penting untuk diketahui berikut adalah informasi terbaru infokemendikbud.comtentang Penjelasan Singkat Perbedaan RPP K13 Edisi Revisi 2017 Dengan RPP K13 Revisi 2016.

Kurikulum 2013 sekarang sudah direvisi lagi untuk tahun 2017. Revisi K13 Tahun 2017 tidak terlalu signifikan, namun perubahan di fokuskan untuk meningkatkan hubungan atau keterkaitan antara kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD).

Sedangkan dalam Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) K13 revisi 2017, yang dibuat harus muncul empat macam hal yaitu; PPK, Literasi, 4C, dan HOTS sehingga perlu kreatifitas guru dalam meramunya.

Perbaikan atau revisi Kurikulum 2013 tahun 2017 Adalah sebagai berikut :

Mengintergrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) didalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas.
Mengintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative);

Mengintegrasikan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang.

Pengintegrasian dapat berupa :
Pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas);
Pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler;
Pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat;

Perdalaman dan perluasan dapat berupa:
Penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter siswa,
Penambahan dan penajaman kegiatan belajar siswa, dan pengaturan ulang waktu belajar siswa di sekolah atau luar sekolah;

Penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Penjelasan Singkat tentang Gerakan Literasi Sekolah

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara.

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik.

Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi ;
Literasi Dini (Early Literacy),
Literasi Dasar (Basic Literacy),
Literasi Perpustakaan (Library Literacy),
Literasi Media (Media Literacy),
Literasi Teknologi (Technology Literacy),
Literasi Visual (Visual Literacy).

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation).

Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi.

Tetapi pembentukan 4C. Beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi merupakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan siswa dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar atau 8 jam sehari sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

Sumber : http://www.pediapendidikan.com

Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya dan tetap kunjungi situs kami di www.infokemendikbud.com .

CARA MENENTUKAN MODUS

Untuk menghadapi UN 2017 anak SMA atau SMK harus semangat belajar ya! biar nilainya memuaskan.

Ini adalah contok menentukan MODUS

cara-menentukan-modus

 

Semoga bermanfaat

MATEMATIKA MODERN VS MATEMATIKA TRADISIONAL

    1. Matematika Tradisional

Setelah Indonesia terlepas dari penjajahan kolonial, pemerintah berbenah diri menyusun program pendidikan. Matematika diletakkan sebagai salah satu mata pelajaran wajib. Saat itu pembelajaran matematika lebih ditekankan pada ilmu hitung dan cara berhitung. Urutan-urutan materi seolah-olah telah menjadi konsensus masyarakat. Karena seolah-olah sudah menjadi konsensus maka ketika urutan dirubah sedikit saja protes dan penentangan dari masyarakat begitu kuat. Untuk pertama kali yang diperkenalkan kepada siswa adalah bilangan asli dan membilang, kemudian penjumlahan dengan jumlah kurang dari sepuluh, pengurangan yang selisihnya positif dan lain sebagainya.

Kekhasan lain dari pembelajaran matematika tradisional adalah bahwa pembelajaran lebih menekankan hafalan dari pada pengertian, menekankan bagaimana sesuatu itu dihitung bukan mengapa sesuatu itu dihitungnya demikian, lebih mengutamakan kepada melatih otak bukan kegunaan, bahasa/istilah dan simbol yang digunakan tidak jelas, urutan operasi harus diterima tanpa alasan, dan lain sebagainya.

Urutan operasi hitung pada era pembelajaran matematika tradisional adalah kali, bagi, tambah dan kurang. ,maksudnya bila ada soal dengan menggunakan operasi hitung maka perkalian harus didahulukan dimanapun letaknya baru kemudian pembagian, penjumlahan dan pengurangan. Urutan operasi ini mulai tahun 1974 sudah tidak dipandang kuat lagi banyak kasus yang dapat digunakan untuk menunjukkan kelemahan urutan tersebut.

Contoh : 12:3 jawabanya adalah 4

dengan tanpa memberi tanda kurung , soal di atas ekuivalen dengan

9+3:3, berdasar urutan operasi yaitu bagi dulu baru jumlah dan hasilnya adalah 10. Perbedaan hasil inilah yang menjadi alasan bahwa urutan tersebut kurang kuat.

Sementara itu cabang matematka yang diberikan di sekolah menengah pertma adalah aljabar dan geometri bidang. Geometri ini diajarkan secara terpisah dengan geometri ruang selama tiga tahun. Sedangkan yang diberikan di sekolah menengah atas adalah aljabar, geometri ruang, goneometri, geometri lukis, dan sedikit geometri analitik bidang. Geometri ruang tidak diajarkan serempak dengan geometri ruang, geomerti lukis adalah ilmu yang kurang banyak diperlukan dalam kehidupan sehingga menjadi abstrak dikalangan siswa

    1. Karakteristik Matematika Tradisional

Dalam matematika traditional, guru merupakan atau dianggap sebagai gudang ilmu, guru bertindak otoriter, guru mendominasi kelas dengan kata lain guru mendominasi pembelajaran dan senantiasa menjawab ‘dengan segera’ terhadap pertanyaan-pertanyaan siswa. Guru mengajarkan ilmu, guru langsung membuktikan dalil-dalil, guru memberikan contoh-contoh soal. Sedangkan murid harus duduk rapi mendengarkan, meniru pola-pola yang diberikan guru, mencontoh cara-cara si guru menyelesaikan soal-soal. Murid bertindak pasif. Murid-murid yang dapat dengan baik meniru cara-cara yang diberikan oleh guru itulah yang dianggap belajarnya berhasil. Murid-murid pada umumnya kurang diberi kesempatan untuk berinisiatif, mencari jawaban sendiri, merumuskan dalil-dalil. Murid-murid umumnya dihadapkan kepada pertanyaan “bagaimana menyelesaikan soal” tetapi bukan kepada “mengapa kita dapat melakukan langkah-langkah demikian”.

Jadi pada metode mengajarkan matematika traditional terutama berorientasi kepada “dunia guru”. Guru-guru yang baik ialah guru yang dapat mengajarkan “program yang sudah tetap’ dengan baik.

Dengan kata lain, karakteristik matematika tradisional, yaitu:

  1. Matematika tradisional mengutamakan keterampilan berhitung dan hafalan

  2. Penggunaan bahasa dan istilah dalam matematika tradisional sederhana .

  3. Matematika tradisional menggunakan konsep-konsep lama.

    1. Kelemahan Matematika Tradisional dalam Menjawab Tantangan Zaman pada Eranya.

Perubahan program matematika tradisional ke matematika modern ialah dalam cara mengajarkannya (metodologinya) dan penambahan materi baru. Metode mengajarkan matematika modern yaitu minat murid, kemampuan murid, metode menemukan sendiri harus diperhatikan. Dalam matematika modern terdapat materi-materi baru yang pada matematika tradisional tidak ada atau kurang mendapat penekanan.

Dalam metode baru, kita mengubah dari situasi “guru mengajar” kepada situasi “anak-anak belajar”, dari pengalaman guru kepada pengalaman murid, dari dunia guru kepada dunia murid. Mengorganisir sekolah bukan untuk kita mengajar tetapi untuk anak-anak belajar. Guru yang modern ialah orang yang mengayom proses belajar anak. Ia menempatkan anak-anak kepada pusat kegiatan belajar, membantu dan mendorong anak-anak untuk belajar, bagaimana menyusun pertanyaan, bagaimana membicarakan dan menemukan jawaban-jawaban persoalan. Ilmu hitung tradisional dirasakan ilmu yang mati dan kaku, membosankan.

Bila kita dapat memanfaatkan pengalaman-pengalaman alamiah anak untuk mengembangkan konsep-konsep matematika tentang bilangan, pengukuran dan benda-benda, di samping memelihara keterampilan yang diperlukan, maka anak-anak akan menyenangi matematika karena relevan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka akan menyadari kegunaan dan indahnya matematika karena dapat mereka pakai sebagai alat komunikasi berfikir. Mereka akan menyadari pula kebutuhan perbendaharaan kata-kata sehari-hari dalam matematika bila penemuan-penemuan mereka akan dipamerkan, dan mereka akan menyadari bahwa kegiatan dalam matematika dapat dipakai oleh hampir semua kegiatan-kegiatan, apakah itu ilmu sosial, musik atau pelajaran lain.

Anak-anak harus diperlakukan sebagai anak-anak, dan sifat-sifatnya seperti sifat ingin tahu, harus dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi pendidikannya.

Jadi, Masalah-masalah yang dihadapi matematika tradisional, yaitu:

  1. Matematika tradisional mengutamakan keterampilan berhitung dan hafalan daripada pengertian, sehingga anak didik tahu cara menyelesaikan soal tetapi tidak mengetahui mengapa soal tersebut diselesaikan. Misalnya, soal ½ : ¾ . Pada matematika traditional atau Ilmu Hitung, anak-anak akan langsung mengalikan ½ dengan 4/3. Jadi mereka tahu cara menyelesaikan soal itu. Dalam matematika modern selain mereka harus tahu berbuat demikian, yang lebih penting harus tahu mengapa mereka boleh berbuat demikian.

  2. Penggunaan bahasa dan istilah dalam matematika traditional belum tepat. Misalnya dalam matematika traditional kita sering mengatakan “Luas sebuah segitiga sama dengan …….”. Dalam matematika modern kita mengatakan “Luas daerah sebuah segitiga adalah ……”. Alasannya ialah karena segitiga itu tidak mempunyai luas.

  3. Matematika tradisional masih menggunakan konsep-konsep lama, padahal matematika selalu tumbuh dan berkembang sehingga konsep-konsep lama tidak begitu digunakan lagi karena sudah ada konsep baru yang jauh lebih baik.

    1. Matematika Modern

Dalam buku “Dasar-Dasar Matematika Modern dan Komputer Untuk Guru”, Ruseffendi mengemukakan bahwa Istilah matematika modern merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “Modern Mathematics”. Dan di Amerika Serikat dikenal dengan nama “New Mathematics”.

Dalam metode matematika modern, guru mengajarkan siswanya dengan cara guru menempatkan siswa sebagai pusat kegiatan belajar, membantu dan mendorong siswa untuk belajar, bagaimana menyusun pertanyaan, bagaimana membicarakan dan menemukan jawaban-jawaban persoalan.

Adapun tujuan dari mengajarkan matematika modern agar siswa dapat belajar berpartisipasi aktif dan kreatif, yaitu;

  1. Agar siswa diberikan kesempatan berfikir bebas

  2. Agar siswa diberi kesempatan untuk mencari aturan-aturan, pola-pola dan relasi-relasi yang mrupakan bagian-bagian yang penting dan pokok dalam matematika modern. Aturan-aturan, pola-pola dan relasi-relasi ini bukan saja yang ada dan berlaku pada alam buatan manusia akan tetapi pada alam semesta.

  3. Agar siswa memperoleh latihan-latihan keterampilan yang diperlukan.

Dalam pengajaran matematika modern berhasil tidaknya pengajaran ditentukan dengan beberapa faktor yaitu; a.)menyeleksi murid-murid, karena kemampuan siswa berbeda-beda meskipun umurnya sama, b.) kurikulum yang baik, c.) cara mengajar, karena guru merupakan faktor yang sangat menentukan keberhasilan siswa selain menguasai metode mengajar guru juga harus memiliki penguasaan yang luas dalam bidangnya, d.) bimbingan dan penyuluhan yang lebih baik, dan e.) evaluasi hasil belajar yang lebih baik.

    1. Karakteristik Matematika Modern

Menurut (Max A Sobel dan Evan M. Maletsky, 2003: 255) meskipun diberi nama ”matematika modern”, tetapi isi dari materi pelajaran ini akan lebih baik jika digambarkan dengan tiga kategori sebagai berikut :

    1. Menurunkan matematika. Banyak materi pelajaran dari SMSG seperti materi pada program tradisional tetapi diajarkan pada tingkat yang lebih awal. Misalnya trigonomtri dan geomeri ruang pada program tradisional selalu diajarkan pada tingkat dua belas. Dalam pelajaran program yang baru trigonometri dimasukkan pada pelajaran aljabar tahumn kedua, dan geometri ruang diajarkan bersama-sama geometri bidang. Banyak topik tentang aljabar elementer diturunkan di Kelas VII dan VIII dan topik-topik sepeti bilangan bertanda dapat ditemui dalam program matematika ditingkat dasar.

    2. Cara pandang baru. Topik-topik tradisional diperlakukan dengan cara pandang yang berbeda untuk memberi tekanan pada arti dan pemahaman. Sebagai contoh memahami mengapa seseorang harus “menginversi dan mengalikan” ketika membagi dengan pecahan. Konsep tenatang himpunan dipakai untuk menyatukan tema-tema dalam aljabar dan geometri. Prinsip-prinsip dasar seperti sifat-sifat komutatif, assosiatif, dan distributive diberi tekanan.

    3. Matematika modern. Topik-topik tertentu seperti basis hitungan, aritmetika modula, dan geometri non metrik, yang sebelumnya tidak dimuat dalam program tradisional, dimasukkan kedalam kurikulum yang baru.

Selain karakteristik matematika modern diatas adapula karakteristik matematika modern yang dituliskan pada buku Strategi Belajar Mengajar Matematika (Erman Suherman dan Udin S. Winataputra, 1992/1993: 201) yang menuliskan bahwa matematika modern memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Menekankan pada pengertian dan penemuan.

Lebih jauh dikatakan oleh Usiskin, bahwa matematika modern mengandung penemuan, logika yang akurat, membedakan bilangan dari lambang bi;langan atau angka. Semua ciri-ciri ini adalah ciri khas dari pengajaran matematika proyek UICSM, dan bukan pengajaran matematika tradsisional.

  1. Matematika Modern memuat materi baru.

Terdapat beberapa topik baru yang sebelumnya tidak terdapat didalam kurikulum matematika tradisional. Diantara topik-topik tersebut adalah bilangan dasar nol desimal, aritmetika jam atau modular, teori himpunan, sruktur aljabar atau alajabar abstrak, loigika matematika, aljabar Boole, statistika, probabilitas (teori kemungkinan), dan topologi.

Materi-matei baru ini ada yang diberikan sebagai ilmu, namun ada juga merupakan pengikat atau pemersatu topik-topik matematika. Misalnya himpunan merupakan landasan topik-topik matematika lain seperti aljabar, geometri, sehingga himpunan merupkana materi yang digunakan dalam seluruh cabang pelajaran matematika.

  1. Pendekatan materi dalam matematika modern adalah matematika deduktif.

Dalam kurikulum matematika Amerika Serikat, seperti juga halnya kurikulum kita sekitar tahun 1975, geometri yang diajarkan merupakan geometri deduktif, sedangkan aritmetika dan aljabar tidak diberikan secara deduktif. Berbeda dengan matematika tradisional, dalam matematika modern pendekatan deduktif ini tidak saja dalam geometri, namun juga dalam aritmetikan dan aljabar. Geometri yang sudah ada (dalam matematika modern), dimodifikasi, sehingga menjadi geometri modern meskipun pendekatan dari ketiga cabang matematika ini diberikan secara deuktif, namun pelajaran matematika yang deberika kepada anak usia dini madsih tetap menggunakan pendekatan induktif.

Dalam matematika, pendekatan dedukitif merupakan pendekatan penyajian materi dari materi yang sifatnya umum menuju materi yang sifatnya khusus. Pendekatan induktif merupakan pendekatan dari hal-hal yang bersifat khusus menuju hal-hal yang bersifat umum.

  1. Dalam matematika modern ketepatan bahasa sangat diperhatikan.

Dalam matematika modern, istilah “sama“ dibedakan dari “kongruen” contohnya: “sebuah segitiga sama sisi mempunyai tiga sisi yang sama”, dalam matematika modern adalah: ”sebuah segitiga mempunyai tiga sisi yang kongruen”. Istilah lainnya yang perlu ditertibkan misalnya “luas daerah”. Dalam matematika lama (berhitung) luas daerah sering dikatakan “luas segitiga”. Yang lebih tepat adalah luas daerah segitiga.

Istilah bilangan dan ambang bilangan juga mendapat pengetatan. Misalnya, salah bila dikatakana ia menulis sebuah bilangan yang benar adalah: ia menulis sebuah lambang bilangan.

Dalam hal lainnya terdapat dua kekhususan. Misalnya untuk menyatakan himpunan digunakan kurung kurawal. Tidak umum bila digunakan kurung kecil atau kurung biasa atau kurung siku, seperti pemisahan antara anggotanya juga digunakan koma, bukan titik koma atau titik.

  1. Matematika modern sangat menekankan pada struktur.

Ini terlihat dengan adanya pendalaman struktru alajabar yang memuat sifat-sifat komutatif, assosiatif, unsur satuan, unsur invers, unsur komplemen, operasi uner, operasi biner, dan operasi invers. Materi-materi ini termuat dalam penjelasan topik-topik seperti ring, integral domain, group dan field (lapangan).

Meskipun banyak orang suka mengatakan bahwa matematika modern 1960-an tidak lagi ada namun fakata menunjukkan bahwa banyak topik-topik baru telah mengurangi tekanan yang diberikan murid-murid pada program kontemporer. Materi pelajaran yang digambarkan sebagai matematika “yang diturunkan” dan matematika tradisional tetap merupakan bagian darai progranm yang paling modern.

Proses pengembangan ide dan konsep matematika yang diawali dengan pengalaman siswa yang didapat dari dunia real oleh Lange (1987) disebut sebagai matematisasi konsepsi. Istilah matematisasi dalam tulisan ini siswa-siswa berusaha menemukan dan mengidentifikasi suatu masalah yang dikembangkan dari situasi real dan menyelesaikan dengan caranya msing-masing. Proses matematisasi selalu berjalan seiring dengan tindakan refleksi. Gofree (1985) menyebut proses matematisasi konsepsi sebagai matematisasi horizontal dan matematisasi vertical. Pada matematisasi horizontal merujuk kapada matematisasi masalah yang berlatar pada masalah biasa yang pernah ditemui dalam lingkungan hidupnya sehari-hari, dan matematisasi vertical merupakan matematisasi persoalan matematika abstrak.

    1. Kelebihan Matematika Modern Dibandingkan dnegan Matematika Tradisional pada Zamannya.

Matematika modern memiliki beberapa keunggulan daripada matematika tradisional dalam proses belajar mengajar dikleas, Perbedaan matematika modern dengan matematika tradisional yaitu;

    1. matematika modern lebih mengutamakan pengertian kepada keterampilan berhitung dan hapalan,

    2. dasar dari matematika modern adalah teori himpunan,

    3. matematika modern lebih mengutamakan penggunaan bahasa dan istilah yang lebih tepat,

    4. matematika modern menggunakan konsep baru,

    5. matematika modern menekankan kepada mempelajari struktur matematika secara keseluruhan, dan

    6. metode mengajar yang digunakan adalah metode modern.

    1. Kelemahan Matematika Modern

Matematika modern banyak ditentang oleh beberapa ahli matematika. Diantara penentang itu misalnya adalah Prof. Moris Kline, yang dengan tegas mengatakan bahwa matematika modern pada dasarnya memiliki banyak kelemahan-kelemahan, misalnya: Baca entri selengkapnya »

Argentina, Brazil, dan Italia ke Perempat Final

Argentina, Brazil, dan Italia ke Perempat Final

SHANGHAI – Tim-tim unggulan melenggang mulus ke perempat final cabang sepak bola Olimpiade Beijing 2008. Setelah menyelesaikan pertandingan kedua kemarin (10/8), tiga tim raksasa memastikan tiket lolos ke babak delapan besar. Mereka adalah Argentina (grup A), Brazil (grup C), dan Italia (grup D).

Tiga tim itu lolos setelah memetik kemenangan atas lawan masing-masing. Argentina, misalnya, sukses menggebuk Australia 1-0. Gol tunggal Tim Tango -sebutan Timnas Argentina- dicetak Ezequiel Lavezzi menit ke-77. Argentina kini memimpin klasemen sementara grup A dengan raihan 6 poin dan tidak akan tergusur dari posisi dua besar.

“Kami mencetak tiga gol dari dua pertandingan, dan itu sepertinya tidak cukup. Tapi, ada tim yang mencetak sepuluh gol, tapi tidak bisa lolos ke babak berikutnya. Jadi, saya sangat senang dengan hanya tiga gol dan lolos ke babak selanjutnya,” kata Sergio Batista, pelatih Argentina, seperti dilansir Associated Press.

Di sisi lain, kekalahan itu membuat kans Australia lolos ke babak selanjutnya sangat berat. Sebab, di laga lainnya Pantai Gading berhasil mengalahkan Serbia 4-2. Australia dan Serbia kini mengemas 1 poin, sedangkan Pantai Gading mengoleksi 3 angka.

Pelatih Australia Graham Arnold mengakui bahwa timnya kalah kelas. Dia bahkan menyebut Argentina sebagai kandidat juara. “Sepertinya, tim-tim lain harus bergabung untuk menghentikan Argentina. Cara mereka membagi bola sulit dipercaya. Teknik para pemainnya sangat bagus,” ujarnya.

Dari grup C, Brazil menjadi tim pertama yang lolos ke perempat final. Itu seiring kemenangan telak 5-0 yang diraih tim besutan pelatih Carlos Dunga tersebut atas Selandia Baru. Gol-gol Brazil dicetak oleh Anderson (3′), Alexandre Pato (33′), Ronaldinho (55′ dan 61′-pen), dan Rafael Sobis (90′).

“Kami tampil luar biasa hari ini (kemarin, Red). Kami mengontrol jalannya pertandingan dan tidak memberi kesempatan lawan untuk bermain,” ucap Dunga seperti dilansir Associated Press. Dunga juga memuji penampilan Ronaldinho yang mencetak dua gol. “Ronaldinho bermain lebih baik dari partai sebelumnya,” ungkapnya.

Brazil tampil lebih perkasa ketimbang saat hanya menang 1-0 atas Belgia pada laga pertama lalu. Disaksikan 44.951 penonton itu, penampilan Ronaldinho dkk kemarin lebih agresif. Hasilnya, pertandingan baru memasuki menit ketiga, Brazil sudah mencetak gol lewat pemain asal klub Manchester United Anderson.

Ronaldinho menjadi bintang laga tersebut dengan mencetak dua gol. Itu adalah gol pertama pemain AC Milan tersebut untuk Brazil dalam laga resmi sejak Oktober tahun lalu. Ronaldinho mencetak gol kali terakhir saat Brazil menang 5-0 atas Ekuador di babak kualifikasi Piala Dunia 2010.

Sementara dari grup D, Italia melenggang ke perempat final setelah menaklukkan Korea Selatan (Korsel) 3-0. Tiga gol Azzurri -julukan Timnas Italia- dicetak oleh Giussepe Rossi (16′), Tomasso Rochi (31′), dan Montolivo (90′). (ali/ca)
jawapos.com,sumber : http://keranjinganbola.blogspot.com

Guru2 SMK N 3 Jakrata { Lomba tarik tambang }

63 tahun Indonesia telah merdeka!

Banyak orang bertanya : Benarkah Indonesia telah merdeka!

Dahulu kita di kendalikan oleh Bangsa Asing { Belanda, Inggris, & Jepang }

Tapi benarkah kita sudah tidak dikendalikan orang lain? ataukah bahkan kita tertekan oleh bangsa sendiri?

Bukankah arti kemerdekaan adalah kebebasan tanpa ada kekangan dari manapu juga?

Serunya Hari Kemerdekaan RI di SMK N 3

Inilah gambaran semangat 45 di cerminkan

lomba makan kerupuk

« Older entries